Lima Momen Terbesar Buffon
Agen Domino QQ - Buon Compleanno (selamat ulang tahun) Gianluigi Buffon! Di usia 37 tahun, portiere Juventus dan tim nasional Italia itu masih terus menambah daftar panjang penampilan dalam kariernya. Sudah lebih dari 500 penampilan dicatatkannya bersama Bianconeri dan 146 caps di skuad Gli Azzurri.
Ya, tepat 28 Januari 1978 silam, Buffon lahir di tengah-tengah keluarga atlet di Carrara, Italia. Kariernya sebagai garda gawang dimulai sejak usia 13 tahun di akademi Parma, hingga kini jadi salah satu kiper paling tangguh Italia sepanjang sejarah.
Buffon juga ikut terlibat dalam mukjizat yang dianugerahi pada timnas Italia, kala merebut trofi Piala Dunia 2006, pasca-Calciopoli, badai krisis memalukan yang sempat menerpa sepakbola Italia.
Tapi lain dari pada itu, duda beranak dua tersebut punya lima momen besar lain untuk dikenang di usianya yang kian senja, selain kemenangan Piala Dunia tersebut, sebagaimana dirangkum Bleacher Report, Rabu (28/1/2015):
1. Rekor Transfer Kiper Termahal
Sejak 2001 hingga detik ini, belum ada satu kiper pun yang bisa menyentuh rekor transfer Buffon sebagai penjaga gawang termahal. Juve membelinya dari Parma saat usianya masih menginjak 23 tahun dengan mahar 51 juta euro!
Juve bisa membelinya semahal itu setelah mencetak rekor transfer lainnya saat melego Zinedine Zidane sebesar 75 juta euro. Buffon didatangkan hampir bersamaan dengan sejumlah bintang lainnya macam Lilian Thuram dan Pavel Nedved, demi memenuhi skuad impian Marcello Lippi.
2. Final Liga Champions 2002/2003
Salah satu penyelamatan terbaik dalam karier Buffon adalah ketika mementahkan eksekusi penalti Luís Figo, di laga semifinal Liga Champions 2002/03 yang akhirnya jadi penentu Juve ke partai puncak.
Di laga final yang menghadirkan All-Italian Final kontra AC Milan, Buffon juga melakukan penyelamatan gemilang dari tandukan Filippo Inzaghi. Buffon tak ketinggalan ikut mementahkan dua tembakan adu penalti meski akhirnya Juve tetap kalah.
3. Runner-up Ballon d’Or 2006
Tahun 2006 jadi tahun yang campur aduk antara pahit dan manis buat Buffon. Usai Juve diterpa Calciopoli, Buffon mengecam manisnya trofi Piala Dunia di Jerman.
Berkat performa ciamiknya di tahun itu pula, Buffon dianugerahi Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik. Tapi ternyata itu belum cukup untuk membuat seorang kiper kembali meraih trofi prestisius Ballon d’Or dan harus puas sebagai runner-up usai rekan setimnya, Fabio Cannavaro yang memenangi Ballon d’Or 2006.
4. Bawa Juve Kembali Promosi ke Serie A
Keputusannya untuk bertahan usai badai Calciopoli ternyata tak salah. Usai ditinggal banyak bintangnya kala terjerembab ke kasta kedua, Si Nyonya Tua memenangi Serie B dan kembali ke Serie A pada 2006/07. Kini Buffon jadi salah satu sosok yang bakal dicintai Juventini sepanjang masa.
5. Menangkat Gelar Scudetto 2013
Sejak promosi lagi ke Serie A, Juve masih harus menunggu sampai musim 2011/12 di mana mereka kembali dinobatkan jawara Italia.
Tapi Buffon masih harus menanti semusim lagi saat juara Scudetto 2012/13 untuk jadi orang pertama pengusung trofi juara, selepas ban kapten diserahkan kepadanya pasca-kepergian Alessandro Del Piero. Momen terbesar Scudettopertama buat Buffon.
Posted by